Tubuh dalam baju panas labuh berkolar ganda tenunan bulu kambing berwarna merah hati dipadankan dengan seluar kapas bercetak gingham cerut di pinggang, juga berwarna merah.
Sepasang kaki bersalut stokin tebal poliester bermotif kepingan salji.
Duduk memeluk kaki di pinggir pendiang api dalam kelubung fleece throwover rona lavendar sambil mencicip koko panas.
If this was a scrap book, I’d call it ‘the world wide web is my oyster’ too. (I called it a scrap book because, you know, you just cut and paste things… but virtually.)
.
38. IT’S CALLED COMMON SENSE, USE IT
55. YOU NEVER STOP LOVING SOMEONE, YOU JUST LEARN TO LIVE WITHOUT THEM
59. DON’T THINK YOU KNOW EVERYTHING ABOUT SOMETHING JUST BECAUSE YOU READ ABOUT IT ON WIKIPEDIA
89. FIND SOMEONE THAT CAN MAKE YOU SMILE. NEVER LET THIS PERSON GO.
98. GOOGLE IT BEFORE YOU OPEN YOUR MOUTH AND LOOK LIKE A TOTAL IDIOT.
107. ALWAYS PUT YOUR SMILE ON. PEOPLE WILL ASSUME YOU ARE A CRAZY PERSON AND WON’T MESS WITH YOU.
169. HERE’S SOME WISDOM, GET YOUR FAT ASS OFF THE COMPUTER AND GO GET A LIFE……. OR DOWNLOAD ONE, YOU KNOW, WHATEVER TAKES LESS ESTIMATED TIME
173. TRUTH IS, EVERYONE IS FUCKED UP. SOME PEOPLE CHOOSE TO ACCEPT THAT FACT, WHILE OTHERS CHOOSE TO BE ANNOYING BY BITCHING ABOUT INSIGNIFICANT LITTLE PROBLEMS, LIKE HOW THEY CAN NEVER FIND MATCHING SOCKS, OR HOW THEY SPILLED COFFEE ON THEIR NEWSPAPER THIS MORNING.
186. SUCCESS IS THE BEST REVENGE
208. ALL WE NEED IS NOT LOVE. WE ALSO NEED FOOD, WATER, AND SHELTER. THE BEATLES WERE ON ACID. GET OVER IT.
242. A RICH MAN IS NOTHING BUT A POOR MAN WITH MONEY
261. WHEN YOU ASSUME YOU MAKE AN ASS OUT OF U AND ME.
271. SOME PEOPLE ARE WISE, SOME PEOPLE ARE OTHERWISE
281. THE LESS INTELLIGENT YOU ARE, THE LOUDER YOU TALK.
289. YOU ARE NOT IMPORTANT UNTIL YOUR DEATH WOULD BE CONSIDERED AN ASSASSINATION AND NOT A MURDER
290. NOBODY IS GOING TO ACTUALLY SWIM THE OCEAN FOR YOU. EVEN IF THEY DID, THEY WOULD PROBABLY DIE IN THE PROCESS.
294. SAYING “IT IS GOING TO BE OKAY” WHEN SOMEONE IS UPSET ISN’T GOING TO MAKE THEM INSTANTLY THINK “OH HEY, IT REALLY IS GOING TO BE OKAY, I’M ALRIGHT NOW”, IT JUST MAKES THEM THINK YOU’RE AN IDIOT.
301. WHEN I ASK HOW YOUR DAY WAS, IT IS TO MAKE CONVERSATION. YOUR ONE WORD RESPONSE OF “GOOD” OR “FINE” DOESN’T HELP THE SITUATION AT ALL.
302. YOU ARE NOT A WIZARD, VAMPIRE, WEREWOLF, OR UNICORN AND CHANCES ARE YOU WILL NOT BECOME ONE.
306. YOU KNOW YOU ARE IN LOVE WHEN YOU CAN’T SLEEP BECAUSE REALITY IS FINALLY BETTER THAN YOUR DREAMS.
312. NO, OASIS, SALLY SO CANNOT WAIT. SALLY IS AN IMPATIENT BITCH.
Bad moods can actually be good for you, with an Australian study finding that being sad make people less gullible, improves their ability to judge others and also boosts memory.
The study, authored by psychology professor Joseph Forgas at the University of New South Wales, showed that people in a negative mood were more critical of, and paid more attention to, their surroundings than happier people, who were more likely to believe anything they were told.
“Whereas positive mood seems to promote creativity, flexibility, cooperation, and reliance on mental shortcuts, negative moods trigger more attentive, careful thinking paying greater attention to the external world,” Forgas wrote.
“Our research suggests that sadness … promotes information processing strategies best suited to dealing with more demanding situations.”
For the study, Forgas and his team conducted several experiments that started with inducing happy or sad moods in their subjects through watching films and recalling positive or negative events.
In one of the experiments, happy and sad participants were asked to judge the truth of urban myths and rumors and found that people in a negative mood were less likely to believe these statements.
People in a bad mood were also less likely to make snap decisions based on racial or religious prejudices, and they were less likely to make mistakes when asked to recall an event that they witnessed.
The study also found that sad people were better at stating their case through written arguments, which Forgas said showed that a “mildly negative mood may actually promote a more concrete, accommodative and ultimately more successful communication style.”
“Positive mood is not universally desirable: people in negative mood are less prone to judgmental errors, are more resistant to eyewitness distortions and are better at producing high-quality, effective persuasive messages,” Forgas wrote.
The study was published in the November/December edition of the Australasian Science journal.
(Writing by Miral Fahmy, editing by Belinda Goldsmith)
Tapi saya mengaku buku pertama chick lit Inggeris yang saya beli dan baca adalah Confessions of Shopaholic, karya Sophie Kinsella. Itupun sebab saya nak menonton filemnya, (mungkin sebenarnya saya suka dengan Isla Fisher), jadi saya khatamkan dulu novelnya. Tetapi kemudian datang rasa seronok dan jatuh suka dengan perangai pelik Becky Bloomwood, lalu saya kumpul semua siri Shopaholic, dari buku pertama sampai kelima, dan saya baca juga buku The Undomestic Goddess (tapi tak suka sangat).
Kemudian suatu hari, tiba-tiba saja saya jadi macam tak suka, semacam bosan, dan saya kumpul kesemua siri buku dari zaman Becky Bloomwood bujang sampai jadi mak budak itu dan saya hantarkan ke charity shop. Semudah itu.
Tak lama lepas itu saya terbaca dalam blog seorang kawan, dia sedang mencari koleksi Shopaholicnya yang hilang entah ke mana. Kalaulah saya tahu, saya sedekahkan saja koleksi Shopaholic saya kepada dia.
Hari itu, semasa di library, saya nampak Twenties Girl edisi kulit keras, saya teringat saya pernah jatuh cinta dengan tulisan Kinsella lalu saya ambil dan pinjam.
Setakat ini OKlah. Saya baca pun baru nak masuk bab tiga.
ii.
Semasa saya remaja, saya baca karya seram Christopher Pike.
Masa itu, zaman sekolah, duit tak berapa nak ada tapi gigih juga pergi Novel Hut dan cari buku-buku second hand. Kakak saya pembaca novel romantis tegar, dia yang perkenalkan saya dengan Novel Hut di Kompleks Yik Foong. Masa itu harga buku-buku second hand Inggeris ini dalam lingkungan lapan ringgit ke atas. Zaman itu saya sedang gilakan Pike, dan saya cuba kumpul kesemua karya beliau.
Ada satu karyanya yang saya sangat ingat, dan yang sangat-sangat berbekas dalam diri saya adalah watak antagonis Betty Sue McCormick dalam Whisper of Death.
Itu satu-satunya watak jahat yang saya rasa sangat mempengaruhi saya.
Dalam novel itu, Betty Sue McCormick ini adalah seorang weirdo dan dianggap tidak penting (loser). Suatu hari dia mati bunuh diri, tetapi sebelum dia mati dia menulis beberapa cerita. Cerita-cerita yang ditulisnya adalah tentang budak-budak yang pernah cari pasal dengannya, dan kesemua cerita itu berakhir dengan kematian yang mengerikan. Dan yang menariknya, akhirnya semua budak itu mati macam dalam cerita-cerita yang ditulisnya. I love it. Ianya macam mempunyai suatu kuasa melalui penulisan, macam menuliskan takdir untuk seseorang.
Sampai sekarang apabila saya rasa dianiaya orang, saya selalu membayangkan saya seperti Betty Sue McCormick dan mula merancang plot-plot cereka untuk menjahanamkan hidup orang tersebut. Tetapi selalunya plot-plot itu cuma tersimpan kemas dalam cepu kepala sahaja, tak pernah dicoretkan di atas kertas. Saya masih belum boleh jadi sekejam Betty Sue McCormick. Sebab walaupun saya rasa teraniaya, rasa disakiti dan dizalimi orang, akhirnya saya cuma bersabar, pasrah dan redha.
iii.
Saya suka Nora Ephron. Peduli apa kalau dia Yahudi pun.
iv.
Pokok kaktus saya mati.
Saya membela pokok sebagai terapi, kononnya.
Tahun lepas saya mempunyai pokok anggerik. Kemudian selama seminggu saya ke Sepanyol, ia telah kekurangan air dan kasih sayang dan akhirnya mati. Saya telah gagal dalam terapi saya itu.
Saya mencuba sekali lagi terapi ini. Saya mendapat akal, kononnya memelihara pokok kaktus adalah lebih mudah kerana pokok kaktus tidak memerlukan air yang banyak. Tak lama selepas itu, saya membeli pokok tak tahu entah apa namanya, sebab harganya cuma EUR 1.99 di Tesco. Cuma pokok tak tahu entah apa namanya ini perlu lebih air berbanding pokok kaktus.
Apabila saya mahu bercuti di luar kawasan selama sembilan hari, saya sedikit resah mengenangkan nasib pokok tak tahu entah apa namanya itu kerana tiada siapa yang mahu memberinya minum sepanjang ketiadaan saya nanti. Melalui buku Urawaza, saya mendapat tahu satu teknik untuk memberi air kepada pokok semasa ketiadaan orang di rumah ialah dengan menggunakan lampin pakai buang. Rendam lampin pakai buang itu dan letak pasu ke atas lampin yang basah itu, kerana lampin pakai buang boleh menyerap dan menyimpan air (supaya bayi kekal kering!). Memandangkan saya belum beranak, dan tak kuasa membeli lampin hanya semata-mata untuk satu pokok renek dalam pasu mini, maka saya substitutekan sahaja lampin pakai buang dengan tuala wanita. Menjadi juga teknik itu rupanya. Pokok tak tahu entah apa namanya itu masih hidup sekembalinya saya dari luar daerah.
Tetapi pokok kaktus saya mati. Mungkin sebab saya lebih hiraukan pokok tak tahu entah apa namanya itu sehingga saya tidak berlaku adil kepada pokok kaktus saya. Padahal sebenarnya kedua-duanya memerlukan perhatian yang sama.
Fakta best untuk Hanakirana sebagai penguat semangat dan untuk menaikkan motivasi beliau.
Dipetik daripada Metro, 28 Oktober 2009
Science & Discovery in Brief
Play On:
Still struggling to get to grips with learning to play that guitar you got for a Christmas present a couple of years ago? Persevere, it could be doing your brain a power of good. There is growing evidence the areas of the brain used to process music are larger or more active in musicians. Even starting to learn an instrument can boost brain power. Now Faculty of 1000, an online scientific community, propose using music to improve language skills, memory or mood. ‘If music has such a strong influence on brain plasticity.’ said Lutz Jäncke, ‘this asks the question of wether this effect can be used to enhance cognitive performance.’
(Hana, aku tak minta apa-apa balasan, dapat dengar kau main Adagio (Secret Garden) suatu hari nanti pun dah best sangat dah. *mata berkaca tanda terharu* )
Pink Hijab Day is intended to shatter stereotypes of Muslim women, as well as raise awareness and funds for breast cancer research. All over the world, Muslims participated by wearing pink hijabs, pink ribbons, and donating to breast cancer foundations.
p/s: Harap maklum, Pink Hijab Daytiada kaitan dengan Ahkak Pink, ya.
Oh, ini gambar dua-dalam-satu: Satu, sempena Pink Hijab Day, dan bersempena Halloween - ya, dengan penyapu!
Jika mahu berjumpa orang lokal yang baik-baik semasa sedang mengembara dan bermusafir, pergilah ke masjid
.
Resamnya; jika kita orang luar, masyarakat tempatan sesuatu tempat itu akan menjadikan kita target yang mudah. Kita dilihat sebagai orang yang vulnerable, kerana kita tidak tahu cara hidup atau budaya tempatan. Bukan sekali kita dengar kes-kes pelancong/pengembara menjadi mangsa tipu daya, dicopet orang atau dipau mereka yang mengambil kesempatan kerana pendapat tipikal bahawa pelancong selalunya banyak duit (walaupun hakikatnya kita adalah backpacker cabuk dan mungkin terpaksa bermalam di stesen kereta api atau bas untuk menjimatkan ongkos membayar hostel) meski kononnya negara yang dilawati itu adalah negara Islam.
Tetapi, itulah tipsnya. Jika mahu jumpa orang lokal yang baik-baik, pergilah ke masjid.
Masjid Uqba, Kairouan
Saya selalu berasa tenang berada di masjid (adakah orang yang tidak tenang bila berada di masjid?) meski ada perbedaan bangsa dan bahasa, tetapi tidak akan ada masalah yang timbul. Kerana apabila di masjid, kita semua sama sahaja, bernaung di bawah dua syahadah. Itu yang mengikat. Yang mengerat.
Dalam kembara kita akan jumpa macam-macam jenis manusia. Ada yang baik, ada yang kurang baik. Ada sesetengah tempat, mungkin memang mahu diuji Allah Taala, Dia temukan kita dahulu dengan orang yang berniat jahat misalnya. Jangan serik, berputus asa lalu membuat kesimpulan tempat itu bahaya atau ramai orang jahat. Kerana putus asa itu menyebabkan kita buruk sangka dengan Allah Taala. Ramai lagi orang yang baik dalam dunia ini, mungkin tersorok di mana-mana, macam berlian di celah lumpur, dan salah satu tempat yang patut kita tuju untuk mencari orang baik-baik ini adalah di masjid.
Masjid Sousse
Semasa di Tunisia saya jumpa beberapa orang yang sangat baik di masjid, di Kairouan dan di Tunis. Bertemu cuma sekejap tapi kemesraan itu amat cepat meresap di hati. Meski sebelum pertemuan itu ada beberapa kecelakaan yang menimpa, semuanya seakan tersirna. Barakah, itu yang saya percaya. Satu, ketenangan kerana menziarahi masjid itu sendiri. Dua, ketenangan bertemu orang-orang yang berhati suci ini.
Semasa di Istanbul, di Masjid Biru dan Eyup Sultan, saya juga bertemu dengan beberapa orang yang baik. Rata-ratanya juga orang Turki amat tertarik dengan telekung yang saya pakai. Ini kerana hanya kita di sebelah rantau Nusantara yang diketahui umum akan mengenakan telekung khas apabila mahu bersolat. Ramai yang menyangka saya dari Indonesia, dan mereka tampak berminat benar dengan telekung saya. Mungkin saya nampak lebih ayu dan adorable berpakaian serba putih demikian, atau mungkin juga saya kelihatan sangat alien di celah-celah orang banyak itu kerana busana tersebut. Saya malah sempat pula dipicit-picit pipi oleh beberapa makcik Turki. Kesalnya saya tidak pandai berbahasa Arab apatah lagi Turki. Jika tidak, mungkin saya telah berbual-bual mesra dengan makcik-makcik tersebut lalu sempat bertanyakan sama ada mereka mempunyai anak teruna yang masih bujang. Almaklumlah, orang Turki memang Allah takdirkan kacak-kacak belaka. Alamak, sudah terpesong pula niat sebenar mahu ke masjid tadi. Sila abaikan tiga ayat sebelum ini.
Masjid Al Zaytuna, Tunis
Oh, bercerita tentang Eyup Sultan, saya ingat lagi saya menziarahi masjid itu pada hari Selasa, pada waktu Zohor sampai Asar, tapi Subhanallah ramai betul umat manusia di masjid itu untuk solat jemaah. Sejuk rasanya hati ini seketika melihat ramainya orang yang mengimarahkan masjid pada waktu-waktu solat biasa dan hari biasa, (walaupun mungkin sebenarnya faktor kebanjiran manusia itu didorong oleh wujudnya makam Abu Ayyub Al-Ansari Radiallahu Anhu, tapi tak mengapa). Sesejuk hati ini apabila melihat anak-anak muda dan remaja sudi datang mengerjakan solat jemaah di masjid. (Aih, gaya macam dah tua sangat pula saya ini).
Justeru, itu saja saya mahu beritahu: jika sedang mengembara dan berniat mahu mengenal dan bergaul mesra dengan orang lokal yang baik-baik, silakan ke masjid.